Program acara ‘Masjid Under Cover’ sejatinya sebuah serangan memerangi Islam dan kaum muslimin yang dilancarkan secara terang-terangan dari pemerintah Inggeris melalui Channel 4. Membuat sebutan Kuffar dan Kufur dianggap sebagai tindakan rasis dan ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan kesesatan Yahudi dan Nasrani dituduh sebagai usaha mempromosikan konflik antara Muslim dan komunitas yang lebih luas. Sementara itu, ummat Islam percaya bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. Hanya saja, komentar-komentar yang dikeluarkan aktifis Islam dan juru bicara kelompok atau jama’ah-jama’ah Islam secara reguler disikapi negatif oleh rezim Inggris dan antek-anteknya dengan tujuan untuk mengecilkan dan menfitnah ummat Islam. Dengan peperangan yang dikobarkann melawan Muslim di Iraq, Afghanistan dan sekarang di Somalia kita bisa melihat propaganda perang yang menyeramkan melawan ummat Islam di Inggris lewat media barat. Dan tidak diragukan lagi niat untuk bertindak keji dan membungkam mereka yang tetap berbicara dan menolak kebijakan anti Muslim dari Tony Blair dan pengikutnya. Dengan banyaknya aktifis Islam yang berada di penjara, seperti Syeikh Abu Qatada, Syeikh Abu Hamzah Al Misri dan Syeikh Faisal, juga Ulama lainnya yang dilarang di UK seperti Syeikh Omar bakri Muhammad serta gerakan muslim tertentu yang dilarang seperti Al Ghuraba dan Saviour Sect (Firqatun Najiya/keduanya adalah nama lain Al-Muhajirun di UK), pemerintah Inggris secara jelas melebarkan jaringan anti Islamnya untuk menangkapi kaum muslimin yang lainnya yang mungkin mencoba untuk memenuhi ruang kosong dibelakangnya dan siapa saja yang berani untuk menghadapi Fir’aun saat ini (mengatakan al-haq).
Tema-tema yang biasa digunakan untuk menyalahkan atau menyerang ummat Islam adalah (salah satunya) seruan kepada Syari’ah (hukum Islam) ke seluruh dunia, termasuk Inggeris namun tidak ada penjelasan yang dibuat atas kerusakan dan kemunduran hukum buatan manusia yang lebih baik ditumbangkan dan diganti. Konsep lain yang sering dilancarkan (untuk menyudutkan kaum muslimin) adalah seruan kepada umat Islam untuk Jihad di negeri-negeri kaum Muslimin yang diduduki, membunuh orang-orang yang tidak bersalah, dan merebut kekayaan Ummat Islam. Ketetapan yang telah ditanamkan oleh setiap Muslim adalah ketentuan bahwa Yahudi dan Nasrani berada di neraka, kecuali jika mereka memeluk Islam dan menolak semua keimanan mereka yang batil, dimana diwajibkan untuk beribadah hanya kepada satu Tuhan yang benar, Allah.
Sebenarnya, daripada mengganggu Ummat Muslim yang menyerukan Syari’ah, media Inggeris dan publiknya seharusnya menyelidiki hukum dan undang-undangnya sendiri dan membasmi semua kerusakan kapitalisme,hukum buatan manusia, memberikan manusia kebutuhan nalurinya yang sesuai dengan sang Pencipta sebagai lawan dari keinginan Tony Blair atau George Bush. Sebuah sistem dimana hasil dari naluri manusia tidak dicemari dengan menerima homoseksualitas, perzinahan, pornografi dan palacuran, sebuah jalan hidup dimana otak dilindungi dari serangan obat-obatan terlarang dan alkohol, bebas untuk beribadah kepada Allah, sebuah ideologi dimana kekayaan tidak hanya dimiliki oleh beberapa orang dan yang mencegah pemborosan dengan melarang transaksi yang berlebihan dan perjudian.
Sungguh Syari’ah adalah hukum dan undang-undang yang sangat sempurna untuk kehidupan yang pernah diturunkan kepada umat manusia dan secara sempurna pula syariah berbeda dab berlawanan dengan semua bentuk kezaliman dan kerusakan (dari hukum buatan manusia) bagi siapa saja yang mau menerapkannya. Manusia tidak ditinggalkan begitu saja tersesat di dalam kegelapan, dengan membiarkan perundangn-undangan kepada manusia yang menjadi pokok ketidakkonsistenan dan kesalahan; lebih lanjut demokrasi dan kebebasan adalah tertolak. Selanjutnya ‘Kaisar’ bukanlah ditinggalkan untuk mengurus masyarakat disaat Tuhan dibatasi hanya di dalam gereja; sekulerisme tidak cocok dengan Islam. Sebagai tambahan tidak akan ada lagi nabi yang diutus kepada manusia setelah Rasul Muhammad SAW maka adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim untuk menyebarkan Islam dan menyerukan kebaikan dan mencegah kemunkaran.
Perihal konsep Jihad dalam Islam ini adalahh sebuah kewajiban Syar’i atas setiap Muslim untuk mempertahankan kehidupan muslim, kehormatan dan kekayaan dimanapun dan dimana saja Muslim diperangi, juga sebuah mekanisme yang digunakan oleh Negara Islam untuk mengganti hukum buatan manusia dan penindasannya dengan Syari’ah. Jihad selanjutnya adalah sebuah kemuliaan bagi manusia dan sebuah alat yang akan terus digunakan oleh ummat Islam sampai hari kiamat. Selanjutnya tidak seperti perang yang dilancarkan atas nama demokrasi dan kebebasan tetap yang sebenarnya berperang untuk ketamakan dan kekuasaan, jihad dilakukan untuk menyingkirkan penindasan dan menerapkan keadilan secara murni hanya untuk Allah SWT dan meninggikan kalimatNya.
Tidak ada negara di dunia sekarang ini yang mengimplementasikan Syari’ah dan yang memberikan kedaulatan kepada Allah. Saudi Arabia, Pakistan dan Mesir adalah contoh negara yang mengimplementasikan monarki, kapitalis dan rezim diktator, yang sangat jauh dari konsep Khilafah. Rezim dan pemerintahannya faktanya adalah buruk, jika tidak lebih buruk, daripada penguasa di barat yang menjadi musuh Islam dan Ummat Islam. Kekufuran yang mereka terapkan adalah tertolak sebagaimana di US dan UK.
Melabeli atau memberi sebutan mereka yang memeluk dan menerima Islam sebagai Muslim dan orang-orang yang tidak (memeluk Islam) sebagai Kuffar, bukanlah tindakan rasis dalam pemikiran atau diskriminasi atas dasar satu warna kulit, nasionaliti atau suku, tetapi perbedaan itu berbasis pada kepercayaan, perkataan dan perbuatan. Sebagai Muslim kita secara terus menerus membuka dialog dan diskusi dengan semua orang non-muslim dan mengajak mereka untuk memeluk Islam dan menjadi bagian dari persaudaraan sesama muslim di seluruh dunia. Namun, jangan terkejut jika kita membenci korupsi, penindasan dari hukum buatan manusia, pelaku korupsi, dan juga akan mengeksposnya, dengan demikian manusia bisa membebaskan dirinya dari belenggu demokrasi, kebebasan dan sekulerisme untuk pindah ke dalam cahaya, keindahan dan keadilan Islam.
Allah SWT berfirman: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al Baqarah, 2: 120)
